Siapa yang tidak tergoda oleh kelezatan makanan khas Bali? Pulau Dewata memang terkenal dengan kekayaan kuliner yang menggugah selera. Dari bebek betutu hingga lawar, Bali memiliki beragam hidangan tradisional yang patut dicoba. Namun, di antara semua itu, ada beberapa makanan khas Bali yang benar-benar membuat lidah bergoyang.
Salah satu makanan khas Bali yang tidak boleh dilewatkan adalah babi guling. Makanan yang terbuat dari daging babi yang dipanggang dengan sempurna ini menjadi favorit banyak orang, termasuk wisatawan mancanegara. Menyantap babi guling di Bali bukan hanya sekedar makanan, tetapi juga pengalaman budaya yang tak terlupakan.
Menurut Pak Made, seorang penjual babi guling di Pasar Seni Ubud, “Babi guling adalah hidangan istimewa yang disajikan dalam acara-acara penting di Bali. Proses memasaknya pun membutuhkan keahlian khusus agar dagingnya empuk dan bumbunya meresap sempurna.” Dengan cita rasa yang khas dan aroma yang menggoda, tidak heran jika babi guling menjadi primadona di Pulau Dewata.
Selain babi guling, nasi campur Bali juga patut masuk dalam daftar review makanan khas Bali yang menggugah selera. Hidangan yang terdiri dari nasi putih yang disajikan dengan aneka lauk pauk ini menjadi pilihan favorit banyak orang yang ingin menikmati berbagai macam cita rasa dalam satu piring. Dari ayam betutu hingga sate lilit, nasi campur Bali menawarkan kelezatan yang sulit untuk ditolak.
Menurut Ibu Nyoman, seorang ibu rumah tangga di Desa Penglipuran, “Nasi campur Bali adalah hidangan yang sangat praktis dan lezat. Anda bisa mencicipi berbagai macam masakan khas Bali tanpa harus memesan satu per satu. Selain itu, paduan rasa yang dihasilkan membuat nasi campur Bali selalu dinanti oleh para penggemar kuliner.”
Tak hanya babi guling dan nasi campur Bali, lawar juga merupakan salah satu makanan khas Bali yang patut untuk dicoba. Hidangan yang terbuat dari daging cincang dan bumbu rempah-rempah ini memiliki cita rasa yang unik dan menggugah selera. Lawar sering disajikan dalam acara-acara adat di Bali sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
Menurut Bapak Ketut, seorang pembuat lawar di Desa Tegallalang, “Lawar adalah hidangan tradisional Bali yang memiliki filosofi tersendiri. Bumbu-bumbu yang digunakan melambangkan keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat Bali yang harmonis. Setiap suapan lawar membawa pesan kebersamaan dan keselarasan.”
Dari babi guling hingga nasi campur Bali, makanan khas Bali memang memiliki daya tarik yang sulit untuk ditolak. Rasakan sendiri kelezatan dan keunikan hidangan-hidangan tersebut saat berkunjung ke Pulau Dewata. Dijamin lidah akan dimanjakan dan perut pun akan kenyang dengan cita rasa yang menggugah selera.